KPU-Bawaslu Belum Bisa Lihat Langsung Surat Suara Tercoblos di Malaysia

Sumber : Detik.com

Faktaku-- Anggota KPU dan Bawaslu RI yang ditugaskan untuk menyelidiki surat suara tercoblos di Malaysia gagal melihat surat suara. Lokasi penemuan surat suara tercoblos itu digaris polisi oleh kepolisian Malaysia.

Anggota yang hendak melihat surat suara tersebut ialah komisioner KPU Hasyim Asy'ari dan Ilham Saputra serta anggota Bawaslu bernama Ratna Dewi Pettalolo. Rombongan yang berangkat bersama-sama dari KBRI Kuala Lumpur tersebut tidak berhasil melihat karung-karung surat suara di lantai dua karena lokasi rumah tempat menyimpan surat suara sudah diberi garis batas oleh polisi malaysia dan pintunyapun ditutup.

Hasyim Asy'ari ketika ditemui setelah bertemu dengan Dubes Rusdi Kirana mengatakan pihaknya tidak bisa masuk ke lokasi, baik di Kajang maupun di Bangi, karena lokasinya diberi police line.

"Tempatnya diberi police line. Kami bicara dengan polisi yang jaga tidak diberi akses untuk masuk. Pada intinya, kami sudah berupaya melakukan verifikasi dan klarifikasi kira-kira di dalam ada apa. Karena kami belum diberi akses, kami tidak bisa masuk dan belum bisa memberi penilaian apa pun terhadap apa yang ada di dalam," tutur Hasyim selaku anggota KPU, yang dilansir oleh Antara pada, Jumat (12/4/2019).

Sementara itu, anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menuturkan pihaknya perlu melihat langsung surat suara yang tercoblos itu karena untuk memastikan kebenarannya.

"Informasi yang kami dapatkan ada tiga jenis tas, yakni hitam, putih, dan cokelat. Kita mau lihat apa isinya. Kedua, apakah isinya memang surat suara pos yang diproduksi oleh KPU. Ini akan menjadi fakta penting bagi kami selaku penyelenggara apa yang harus dilakukan dengan adanya peristiwa ini. Kita harus menjaga kepercayaan publik terhadap pemilu serentak 2019 ini," jelas Retno selaku Anggota Bawaslu.

Dia akan melakukan diskusi dengan KPU RI mengenai kondisi lokasi surat suara yang tak bisa dimasuki rombongannya. Mengenai pencoblosan ulang, Retno menambahkan, hal itu juga akan segera didiskusikan.

"Nantinya kita diskusikan terlebih dahulu dengan KPU RI karena setiap keputusan harus ada argumentasi yang masuk akal. Penundaan pemilu, kalau dilanjutkan bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik. Terhadap proses lain, silakan berjalan dan tidak ada masalah. Proses lain yang jalan sudah sesuai dengan aturan," ungkap Retno. (dikutip dari detik.com)

Baca juga:

0 komentar



Emoticon